Ira Koesno
Ira Koesno

Debat Pilkada DKI pertama, tentunya masih menyisakan cerita tersendiri. Terutama mengenai moderatornya, yakni Ira Koesno. Walaupun usianya telah genap 47 tahun, namun pembawa acara ini tampak masih terlihat muda dan cantik. Sehingga banyak yang penasaran mengenai cara Ira Koesno menjalankan perawatan kulit dan menanyakannya.

Pertanyaan tersebut sudah banyak mengemuka usai depat Pilkada DKI tahun 2017 yang sudah dipandunya tersebut.

Ira mengakui, bahwa dirinya mesti menyisihkan sebagian penghasilannya untuk melakukan perawatan kulit dan juga berolahraga dengan teratur. Jika meninggalkan olahraga, tentunya tingkat kecerahan pada wajah pun akan menurun.

“Tentang perawatan kulit yang saya lakukan seperti apa, kamu kok kepo sekali ya. Yang pasti, bukan karena dokter yang ada di Jalan Senopati, Jakarta menurut kabar yang diberitakan lewat dunia maya itu. Hoax,” ujar Ira menepis.

Dilihat dari wajahnya tampil cantik, maka media pun tertuju ke sebuah cincin berwarna keperakan yang telah melingkar pada jari manisnya. Lalu Ira Koesno pun tampaknya sadar, bahwa cepat maupun lambat obrolan tersebut pasti berujung pada pertanyaan mengenai pasangan hidup dan status sosialnya.

Namun untuk pertanyaan ini, ia hanya menjawab dengan ringkas, “Saya masih belum menikah,” pungkasnya.

Merasa tak puas akan jawaban Ira, tim media pun turut mempertanyakan cincin yang tersemat di jari manisnya tersebut.

“Oh, mengenai cincin ini. Tentunya cincin wajib dipakai untuk melakukan proteksi diri. Adapun pertanyaan apakah sudah menikah maupun belum itu memang sudah ada sejak 20 tahun lalu. Untuk itu, move-on ajalah lewat pertanyaan-pertanyaan kekinian,” tandas Ira.

Ira sendiri bukannya tak mau menikah. Dan bukan pula tak pernah meminta kepada Tuhan tentang jodohnya. Ia merasa bahwa selama ini, ia telah mendapatkan berkah yang berlimpah dari Tuhan. Saat dirinya mendirikan perusahaan misalnya, ia telah melaluli jalan yang terjal.

Ira Koesno pasalnya semppat mengecap pahitnya persoalan internal kantor, sulitnya mencari klien, masalah kena tipu, serta yang lainnya. Ia juga sempat ingin berhenti lalu kembali pada profesi semulanya. Karena titik nadir yang dialaminya itulah, orang tua pun turut mengingatkan Ira agar kembali pada tujuan semula.

Ira pun perlahan mulai bangkit. Dengan kemajuan perusahaannya yang patut dibanggakan. Lewat perjalanan yang sudah dilaluinya, ia pun menyimpulkan bahwa Tuhan sudah memberikan berkah yang banyak baginya. Sementara soal jodoh sendiri mungkin Tuhan masih menyimpannya dan belum waktunya.