Likeship.me – Untuk mengikuti SNMPTN atau Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri, setiap sekolah diharuskan untuk mengisi PDSS atau Pangkalan Data Sekolah Dan Siswa pada tanggal 14 Januari hingga 10 Februari 2017. Yang bertugas mengisi PDSS tersebut biasanya guru atau operator yang ditunjuk oleh setiap sekolah masing-masing. Sementara data yang harus diisi adalah hasil rapor setiap siswa selama 5 semester. Bisa dibayangkan saat server tidak cukup menampung data dari banyak sekolah maka situs asli SNMPTN menjadi sangat lama untuk diakses. Hal inilah yang menjadi kendala akan lambatnya proses memasukkan data. Namun sebenarnya dengan adanya waktu server yang eror sehingga situs untuk sementara ditutup membuat para guru atau operator sekolah bisa bersantai menginggat selama mengisi PDSS mereka sangat tidak mempunyai waktu bahkan untuk diri mereka sendiri. Terlebih pengisian PDSS harus sangat teliti atau akan dinyatakan sebagai sebuah kecurangan jika data yang dimasukkan salah dan siswa tidak boleh mengikuti SNMPTN. Tentu saja para operator sekolah diharuskan untuk bekerja keras saat ini. Dan 10 hari kemudian para siswa bergantian untuk bekerja keras mengisi soal-soal SNMPTN yang akan diselenggarakan secara bersamaan. Selain nilai rapor yang bisa dilihat dari PDSS, nilai UN juga sangat berpengaruh pada penerimaan SNMPTN diseluruh PTN yang ada di Indonesia. Jika tidak lulus UN maka mereka dianggap telah mengundurkan diri dari SNMPTN.