Jokowi Mengabulkan Permohonan Grasi Antasari Azhar
Jokowi Mengabulkan Permohonan Grasi Antasari Azhar

 

Presiden Jokowi telah mengabulkan proses permintaan grasi yang telah diajukan Antasari Azhar, mantan Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Agus Hermanto, selaku Wakil Ketua DPR Pembina Partai Demokrat menjelaskan, pemberian grasi yang telah dikabulkan tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan dari Presiden RI, Jokowi.

“Grasi yaitu kewenangan dari Presiden dengan meminta persetujuan dan pertimbangan unsur daripada para penegak hukum,” ungkap Agus saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu (25/1).

Maka dari itu, Wakil Ketua DPR tersebut mengatakan bahwa pihaknya menghargai keputusan dari presiden Jokowi. Ia pun menegaskan, pantas maupun tak pantasnya pemberian grasi merupakan kewenangan Jokowi juga.

“Pantas tak pantasnya itu adalah kewenangan. Sekarang, misalnya seperti mbak mas yang merasa pantas namun tak memiliki kewenangan ya buat apa? Adapun yang memiliki kewenangan Presiden ya pastinya kita serahkan saja pada Presiden,” pungkas Agus Hermanto.

Adapun keputusan grasi terhadap Antasari Azhar tersebut ditandatangani oleh presiden Jokowi di hari Senin, tanggal 23 Januari 2017.

“Keppres mengenai permohonan grasi terhadap Antasari telah ditandatangani Presiden serta di kirim ke Pengadilan Negeri di Jakarta Selatan di hari Senin, 23 Januari 2017,” ujar Johan Budi, Juru Bicara Kepresidenan ketikan dikonfirmasi.

Sementara itu, Jokowi memiliki alasan sendiri saat mengabulkan permohonan tersebut. Johan mengatakan bahwa pertimbangan MA yang telah disampaikan kepada presiden Jokowi sendiri menjadi pertimbangan utama.

Mantan ketua KPK, Antasari Azhar mengajukan grasi di tahun 2015 ke pihak Mahkamah Agung, lalu pihak MA mengirimkan pertimbangan pada Presiden Jokowi di akhir tahun 2016.

Antasari telah bebas bersyarat seusai menjalani hukuman 7 tahun 6 bulan atau sekitar dua pertiga terhadap vonis penjara 18 tahun. Dimana mantan ketua KPK tersebut memperoleh remisi semenjak tahun 2010 sampai saat ini, sehingga total remisi sendiri mencapai 4 tahun 6 bulan.

Antasari tetap menyangkal bahwa dirinya terlibat serta dituduh sebagai dalang pada kasus pembunuhan Direktur Utama PT. Putra Rajawali Banjaran, yakni Nasruddin Zulkarnaen. Sampai saat ini kasusnya masih menjadi misteri sebab ditemukan sejumlah kejanggalan ketika proses hukumnya masih berjalan