Likeship.me – Setelah beberapa hari yang lalu Habib Rizieq diperiksa oleh Kapolda Jawa Barat mengenai massa FPI yang membakar rumah atau markas salah satu anggota GMBI. Hari Senin kemarin Rizieq kembali diperiksa mengenai kasus pernyataannya tentang Palu dan Arit di uang kertas yang baru disebarkan oleh Bank Indonesia. Rizieq menyatakan bahwa lambang Palu dan Arit tidak boleh berada di uang rupiah yang beredar di Indonesia. Hal tersebut sama saja dengan mendukung komunisme di Indonesia. Seperti yang sudah diketahui bahwa lambang Palu dan Arit adalah lambang dari Partai Komunis yang dulu sempat membantai hampir seluruh pahlwan di Indonesia yang diperingati oleh G30SPKI atau Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia. Hal tersebut menjadikan duka mendalam bagi rakyat Indonesia karena pembantaian sadis yang mereka lakukan. Karena itulah Rizieq menentang adanya logo tersebut. Bank Indonesia sendiri menyatakan bahwa itu bukanlah lambang Palu dan Arit melainkan lambang Bank Indonesia yang dipotong secara vertikal dan dijadikan hologram sebagian atau yang dinamakan rectoverso. Hal ini bertujuan untuk mencegah pemalsuan uang dikarenakan makin maraknya aksi pemalsuan uang di Indonesia. Namun Rizieq mengatakan bahwa hal tersebut tetap tidak dibenarkan dan kenapa tidak membuat rectoverso dengan bentuk yang lainnya. Sampai akhirnya Rizieq diperiksa oleh Kapolda Metro Jaya mengenai pernyataan kontroversial yang disampaikannya melalui ceramahnya tersebut. Pendukung Rizieq yaitu anggota FPI mengatakan sebaiknya Polda Metro Jaya melepaskan imam besar mereka tersebut dikarenakan polisi tidak seharusnya mengintimidasi para ulama serta berdiri dengan independen tanpa ada campur tangan politik.