Mantan Wakil Menteri Denny Indrayana Nyambi Jadi Sopir Di Melbourne, Apa Alasanya?
Mantan Wakil Menteri Denny Indrayana Nyambi Jadi Sopir Di Melbourne, Apa Alasanya?

Likeship.me – Denny Indrayana yang merupakan Mantan Wakil Menteri ukum dan HAM (Kemenkumham) era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus Profesor bidang hukum ini, kini menetap di di Melbourne, Australia mantan Kemenkumham ini ternyata punya pekerjaan sambilan di di Negeri Kanguru tersebut sebagai sopir.

“Full Time Nyopir, Part Time nDosen,” tulis Denny dalam laman Facebook-nya, Senin 23 Januari 2017.

Denny saat ini Visiting Professor pada Melbourne Law School dan Faculty of Arts, University of Melbourne. Di sela-sela kesibukannya tersebut, ia juga sebagai sopir yang mengantar warga negara Indonesia saat ke Melbourne.

Kisah Denny menjadi sopir tersebut mencul setelah rombongan Kementerian Pariwisata tiba di Bandara Melbourne, Victoria, Australia pada Sabtu 21 Januari 2017 dan dijemput oleh seseorang bernama Denny. Mereka terkejut setelah mengetahui jika yang dimaksud Denny tersebut adalah Denny Indrayana, mantan Wamen Indonesia.

“Itu Denny yang dulu Wamen itu kan?,” ujar salah seorang anggota rombongan yg bernama Bambang.

Denny datang bersama istrinya yakni Ida Rosyidah, tanpa sungkan dan malu mereka memperkenalkan diri dengan ramah kepada anggota rombongan. Mereka yang dijemput bahkan sempat berebut bersalaman dengan Denny.

Berdasarkan keterangan anggota rombongan, Denny ternyata belum menguasai betul jalur yang ditempuh. Hal tersebut dikarenakan Denny baru menggeluti profesi barunya itu pada April tahun lalu.

Denny melakukan itu karena memang biaya hidup di Melbourne sangat tinggi. Dia mendapatkan kepercayaan dari rekannya yang memiliki mobil itu.

“Kebetulan yang punya lagi ke Jakarta,” ujar Denny Indrayana.

Ia menyatakan sudah beberapa kali mengantarkan tamu yang sedang ke Melbrourne. Hampir semua tamu yang diantar tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan. Meskipun demikian, Denny merasa tidak malu sama sekali.

“Sejak dulu kuliah di sini (Australia) juga sudah begini. Kalau di sini namanya kerja kasual,” ujarnya.

Denny sediri sampai saat ini masih tersangkut kasus dugaan korupsi sistem pembayaran paspor secara elektronik atau payment gateway di Kementerian Hukum dan HAM. Kasus ini mencuat ke permukaan setelah Komjen Budi Waseso menduduki kursi Kabareskrim Polri pada Februari 2015 silam. Denny diduga menyalahgunakan wewenang dalam program sistem pembayaran pembuatan paspor secara elektronik di Kementrian Hukum dan HAM.