Zumi Zola Lakukan Sidak di Rumah Sakit
Zumi Zola Lakukan Sidak di Rumah Sakit

Zumi Zola, Gubernur Jambi usai melakukan sidak di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher pada pukul 01.00. Saat tiba di area gedung perawatan, Zumi menjumpai tempat dokter jaga dan perawat yang tengah kosong. Nampaknya, para dokter jaga dan perawat sedang tidur di kamar dekat ruang jaga. Mengetahui hal tersebut, Zumi Zola langsung membangunkan para dokter dan perawat tersebut, lalu menghardik mereka.

Gubernur Zumi Zola pun mengungkapkan, bahwa dirinya sering menerima aduan keluarga dari pasien yang tidak menemukan dokter atau perawat ketika pasien mesti mengganti infus maupun ketika kondisi pasien memburuk di malam hari.

“Ini merupakan tindak lanjut dari keluhan masyarakat mengenai pelayanan dari RSUD Raden Mattaher. Dimana keluhannya yaitu jika saat tengah malam di jam 12 lewat, saat dihubungi tak ada perawat atau dokter yang jaga. Kan seharusnya yang jaga selalu ada. Sebab yang namanya orang sakit kan tak mengenal waktu, jadi keluhan jam berpapun tentunya bisa saja terjadi,” pungkas Gubernur Zumi Zola ketika ditemui di RSUD Raden Mattaher, pada hari Jumat (20/1).

“Sebenarnya kan sudah ada bagian yang ditugaskan untuk jaga, sayangnya kita sudah lihat tadi bahwa dia membawa teleponnya ke dalam kamar agar bisa tidur. Hal tersebut tak bisa dibenarkan. Makanya saya jadi marah, khususnya ketika di kelas 3,” tambahnya.

Zumi Zola pun melanjutkan blusukannya menuju gedung perawatan organ jantung. Saat sampai di sana, ia menjumpai ruang jaga yang juga kosong. Zumi pun masuk ke ruang kamar yang berdekatan dengan ruang jaga, namun tak bisa dibuka sebab pintu terkunci dari dalam. Sesudah digedor berkali-kali, pintu pun akrhinya dibuka. Saat masuk, Zola pun menyaksikan dokter dan para perawat yang terbangun serta kaget saat melihat kehadirannya.

Saat mendatangi bagian ruang perawatan yang lainnya, para dokter dan perawat sudah di ruang jaga. “Nampaknya ada pegawai dari rumah sakit ini yang telah memberitahukan para dokter dan perawat yang ada di ruang perawatan yang lain. Jadi sidak bocor.” Ungkap staf yang telah mengikuti Zumi Zola.

Zumi mengaku bahwa dirinya memberikan sanksi untuk para dokter dan perawat yang telah ketahuan sedang tidur ketika disidak.

“Bagi pegawai negeri, tak terkecuali dokternya, dipindahkan ke rumah sakit lain. Sementara bagi yang masih honorer, menyusul untuk diberhentikan. Tak lama ini kami juga telah memberhentikan sebanyak 59 honorer, dan mereka yang sudah tidur saat jaga pun nantinya menyusul,” ujarnya.

Di samping itu, Iwan Hendarawan, pelaksana tugas Direktur Utama RSUD Raden Mattaher, menyebutkan bahwa terdapat 12 dokter dan perawat kedapatan tengah tertidur pulas saat disidak Gubernur Jambi. “Berdasarkan perintah dari pak Gubernur, nani mereka akan mendapatkan sanksi,” ungkapnya singkat.

Iwan pun berjanji akan terus meningkatkan pelayanan di rumah sakit supaya pasien memperoleh perawatan lebih baik lagi.