Ivanka Trump
Ivanka Trump

 

Ivanka Trump pasalnya akan melakukan peran aktif dalam pemerintahan Donald Trump, sang ayah.  Bahkan banyak yang menduga bahwa dirinya akan memikul beban sebagai peran Ibu Negara AS (Amerika Serikat).

Tim transisi dari Trump diberitakan telah merencanakan membuat sebuah kantor untuk Ivanka di Sayap Timur Gedung Putih. Dimana lazimnya, tempat tersebut adalah kantor khusus untuk First Lady AS.

Lalu, bagaimana dengan posisi Melanie Trump sendiri? Wanita asal Slovenia tersebut diramalkan tetap mempunyai peran di pemerintahan Donal Trump. Hanya saja sosok Ivanka sendiri disebut-sebut jauh lebih berperan.

Ada kabar yang berhembus bahwa Ivanka dijadikan sebagai penasihat pribadi ayahandanya, Ivanka mempengaruhi kebijakan Donald Trump di sejumlah isu. Hanya saja hal tersebut tak secara gambling dijelaskan pihak Trump.

“Masih belum jelas keputusan mengenai peran dari Ivanka,” ujar Hope Hicks, juru bicara Trump seperti yang telah dikutip dari CNN, pada hari Kamis (15/12/2016) lalu.

Sementara pada bulan Februari tahun lalu, Ivanka pun pernah disinggung mengenai rumor tersebut. Sayangnya, ia membantahnya dengan hanya mengatakan bahwa posisi tersebut sepenuhnya dijalankan oleh Melania.

Setelah pindah menuju Gedung Putih usai pelantikan Donald Trump, Melania sendiri masih belum pindah menuju Gedung Putih sampai Barron Trump usai menyelesaikan sekolahnya.

Pada Kamis (19/1/2017) kemarin, Ivanka menghadiri acara makan malam bersama para eksekutif perempuan yang berlangsung di rumah rekannya, Wendi Deng, mantan istri taipan dari Media Rupert Murdoch. Adapun acara makan malam tersebut diorganisir Dina Powell, sebagai mitra dari Goldman Sachs yang telah bergabung bersama pemerintahan Trump menjadi asisten presiden sekaligus konselor senior dalam hal inisiatif ekonomi.

Powell sendrii sudah memberi nasihat secara langsung pada Ivanka, diperkirakan akan selalu bekerja sama dengannya.

Pengaruh besar dari Ivanka sendiri tampak saat dirinya sudah menghubungi setiap anggota legislative, tak terkecuali para perempuan yang berkulit hitam dalam partai Republik. Namun tak jelas bagaimana dirinya akan melobi jalannya Kongres dengan langsung.

Berdasarkan penjelasan Richard Painter, professor ilmu hukum yang ada di University of Minnesota,  belum banyak dari presiden sebelumnya memiliki anak presiden berusia dewasa yang juga mempunyai pengaruh besar seperti itu.