Infeksi Anthrax
Infeksi Anthrax

 

Dr R. Ludhang Pradipta Rizki, M. Biotech, Sp.MK, dokter spesialis Mikrobiologi Klinik, Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UGM, menerangkan kasus temuan terhadap infikasi infeksi anthrax yang ada di Kulonprogo memang cukup mencengangkan.

Ia menjelaskan bahwa manusia bisa terinfeksi lewat salah satu diantara tiga kemungkinan, yakni lewat ingesti atau makanan, lewat kulit dan lewat inhalasi.

Sementara, kondisi medis tersebut bergantung pada jalur masuknya endospore dari jenis bakteri Bachillus anthracis pada tubuh. Cutaneous anthrax atau anthrax kulit biasanya yang paling banyak ditemukan pada tubuh manusia, sekitar 95 persen untuk tiap kejadian infeksi anthrax itu sendiri.

“Hal tersebut biasanya ditandai lewat munculnya lesi pada kulit yang tampak melepuh, di dalamnya berisi cairan dan disekitarnya terlihat merah yang dikelilingi oleh peradagan pada lengan, kepala dan tangan pasien,” pungkas Ludhang, pada Jumat (20/1).

Ia juga menjelaskan, bahwa WHO melalui buku pedoman tentang infeksi tersebut menyebutkan bahwa athrax kulit tersebut disebabkan spora bakteri yang kontak bersama luka yang ada sebelumnya di dalam tubuh.

Infeksi anthrax kulit, menurutnya, dapat disebabkan pula oleh gigitan serangga pembawa spora bakteri yang berasal dari hewan ternak, dimana sebelumnya telah terinfeksi anthrax.

“Harus menjadi pertahian bagi kita semua, dimana penegakan penatalaksanaan dan diagnosis sejak dini bisa menentukan jalannya penyakit tersebut selanjutnya. Memang sudah seharusnya bila ada pasien yang menderita infeksi tersebut agar segera dilarikan ke rumah sakit agar memperoleh pertolongan sejak dini. Selain itu, harus dipertimbangkan agar ditempatkan pada ruang isolasi yang ada di RS untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit tersebut lebih lanjut,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta supaya diagnose laboratoris sendiri hanya diperkenankan di laboratorium dengan standar khusus. Di samping itu, beragam upaya bisa dilakukan demi mencegah terjadinya penularan infeksi anthrax dalam tubuh manusia, seperti diantaranya menghindari kontak secara langsung dengan makanan atau bahan yang berasal pada hewan yang telah dicuriigai terindikasi anthrax.

Tak hanya itu saja, menjaga kebersihan area tempat tinggal sekaligus menjalani pola hidup yang sehat dan bersih, supaya mencegah timbulnya penyakit tersebut.

“Bila menderita luka yang terbuka sebaiknya segera diobati serta dicegah sebisa mungkin terhadap kontak langsung dengan spora bakteri. Di samping itu perlu dipertimbangkan juga pemusnahan bangkai binatang yang mati akibat anthrax dengan benar,” ujarnya lagi.