Emirsyah Satar Tersangka Kasus Suap Garuda
Emirsyah Satar Tersangka Kasus Suap Garuda

KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) telah menetapkan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia, Emirsyah Satar menjadi tersangka kasus suap. Pasalnya Emir dituduh telah menerima suap dengan nilai miliaran rupiah. Dugaan suap tersebut dariĀ  Rolls Royce, yakni produsen mesin jet.

Suap yang dilakukan tersebut diduga telah diberikan kepada Emirsyah supaya Garuda Indonesia atas pimpinannya pada tahun 2005-2014, bisa memakai mesin jet dari produksi Rolls Royce.

Padagal sebelum Emirsyah Satar tersandung kasus tersebut, ia merupakan akuntan jempolan. Tak hanya Garuda Indonesia, pria berusia 57 tahun tersebut telah berpengalaman di berbagai perusahaan, baik nasional ataupun internasional.

Mantan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia tersebut, lulus dari Universitas Indonesia tahun 1985, mengambil jusuran Akuntansi. Akan tetapi, ia sudah mengawali karirnyd menjadi auditor di Price Waterhouse Coppers pada tahun 1983.

Selanjutnya, ia bergabung ke dunia perbankan sebagai Assistant of Vice President of Corporate Banking Group Citibank di tahun 1985. Kemudian ia menjabat sebagai General Manager Corporate Finance Division Jan Darmadi Group untuk periode tahun 1990-1994. Sesudahnya, sampai Januari 1996, dirinya menjadi presiden direktur di PT. Niaga Factoring Corportation, di Jakarta.

Selanjutnya setahun berlalu, ia merantau menjadi CEO Niaga Finance Co. Ltd, di Hong Kong. Kemudian kembali ke Indonesia dan ke Jakarta di tahun 2003, menduduki posisi sebagai Direktur Keuangan PT. garuda Indonesia, hingga akhirnya bergabung di Bank Danamon menjadi Wakil Direktur Utama periode tahun 2003-2005.

Selanjutnya, Emirsyah pun dipercaya menjadi Direktur Utama PT. Garuda Indonesia tepatnya tanggal 22 Maret 2005. Waktu itu, maskapai Garuda sendiri tengah mengalami pontang panting karena menanggung kerugian mencapai Rp. 10 triliun. Akibat masalah keamanan pun menjadikan maskapai penerbangan ini dilarang melakukan penerbangan ke Amerika dan Eropa.

Demi memperbaiki perusahaan maskapai penerbangan tersebut, Emirsyah pun telah meluncurkan sebuah program bertajuk Quantum Leap. Emir berusaha untuk mengubah budaya di perusahaan tersebut lewat perbaikan layanan, tak terkecuali untuk memperoleh modal. Hingga akhirnya, Garuda pun kembali memperoleh kepercayaan dari regulator penerbangan dan konsumen.

Ketika Emirsyah melakukan pengunduran dirinya di Garuda Indonesia, Desembar 2004 silam, pihak maskapai tersebut sudah kembali terbang menuju Eropa lewat rute perjalanan Jakarta-London.

Lepas dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Emirsyah Satat pun menjabat sebagai Chairman MatahariMall.com, sebagai situs e-commerce dari Grup Lippo.