Likeship.me – Emirsyah Satar hari Kamis tanggal 19 Januari 2016 kemarin resmi menjadi tersangka KPK atas dugaan kasus suap pembelian pesawat Rolls Royce Inggris. Kabar yang beredar dari BBC Emir telah menerima suap sebesar 2,2 juta Dollar Amerika dan sebuah mobil Rolls Royce. Dari data yang dihimpun kekayaan Emir bertambah pesat setelah menyandang jabatan sebagai Dirut PT Garuda Indonesia Tbk sepanjang tahun 2005 hingga 2014. Dari jumlah kekayaan sebesar Rp 48.738.749.245 bertambah hingga Rp 19.963.969.966 dan 186.416 Dolar Amerika ditambah dengan kekayaan tidak bergerak sebesar Rp 42.577.357.947 dari property nya yang ada di Melbourne seluas 108 meter persegi dan Singapura seluas 141 meter persegi.

Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk mengatakan bahwa hal ini sepenuhnya adalah kesalahan dari perorangan bukan perusahaan. Jadi perusahaan tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang sudah dilakukan Emirsyah selama menjabat sebagai Direktur Utama. Sebagai perusahaan BUMN , manajemennya sudah menetapkan peraturan akan transparansi dalam kegiatan korporasi.

Rolls Royce diduga telah melakukan suap dibanyak negara termasuk Indonesia agar para perusahaan tersebut bisa membeli mesin jet yang mereka ciptakan. Selain di Indonesia, Rolls Royce juga melakukan suap di dalam perusahaan negara China. Sementara untuk suap yang mereka berikan di Indonesia sebesar 12,9 juta pound sterling atau sekitar 211 miliar rupiah yang diberikan hanya kepada PT Garuda Indonesia untuk pembelian mesin jet pesawat Airbus tipe A330.