Pemakaman Hadi Utomo
Pemakaman Hadi Utomo

Pemakaman Hadi Utomo, mantan Ketua Umum Demokrat, baru selesai pada pukul 19.00 WIB, Minggu (16/1/2017) tadi malam.

Almarhum dimakamkan tepat disamping makam dari kedua orang tuanya di area pemakaman “Pujo Utaman” yang ada di RT 5/RW 1, Klepu, Semarang.

Seusai dishalatkan, salah seorang modin di wilayah setempat meminta kesaksian dari para pelayat di sekitar yang hadir.

“Apakah Almarhum Bapak Hadi Utomo baik?” Tanya modin tersebut.

“Baik!” jawab para pelayat serentak.

Pertanyaan tersebut pun diulang-ulang sang modin hingga 3 kali, dijawab pula sebanyak tiga kali oleh pelayat.

Kemudian, peti jenazah yang diusung prajurit TNI mulai dari masjid hingga ke pemakaman dengan jarak kira-kira 30 meter yang lokasinya saling berhadapan.

Namun sebelum jenazah dari Almarhum Hadi Utomo dimasukkan pada liang lahat, sanak family beserta keuarga melakukan ritual terlebih dulu dengan istilah brobosan, atau berjalan merunduk tepat di bawah peti.

Kedatangan jenazah almarhum disamput oleh hujan rintik-rintik beserta isak tangis dari keluarga yang menyertai jenazah Hadi Utomo tersebut menuju peristirahatan yang terakhirnya. Semua prosesi pemakaman tersebut berlangsung cukup sederhana. Dimana berdasarkan penuturan dari Agus Hermanto, Wakil Ketua DPR prosesi permakaman sudah sesuai dengan keinginan dari almarhum.

“Beliiau berpesan, bahwa ia ingin meninggal di rumah saja supaya dikelilingi oleh keluarga, dan tidak ingin di rumah sakit,” ujar Agus.

Sementara permintaan terakhir dari almarhum sendiri, menurut kerabat dekat almarhum, yaitu ingin dimakamkan di desa Klepu, sebagia desa kelahirannya. Tepatnya di makam keluarga, bernama “Pujo Utaman”, sekaligus makam dari kedua orang tua almarhum.

“Beliau sempat meminta untuk dimakamkan di desa Klepu,” ujarnya lagi.

Agus mengungkapkan bahwa sosok almarhum adalah sosok yang begitu bijak. Beliau juga diakui mempunyai pengaruh dan peran besar bagi eksistensi Demokrat hingga kini.

“Mohon dimaafkan jika ada khilaf, baik salah maupun kekurangan beliau sewaktu masih hidup,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden keenam SBY (Susilo Bambang Yodhoyono) dimana sebelumnya dikabarkan akan hadir di pemakaman tersebut dipastikan absen. Agus juga turut mengklarifikasi kabar sebelumnya mengenai kedatangan SBY di pemakaman sang kakak ipar.

“Beliau tak bisa hadir,” ujarnya singkat.