STIP Kembali Menelan Korban Akibat Tindakan Kekerasan Taruna Senior Terhadap Taruna Junior
STIP Kembali Menelan Korban Akibat Tindakan Kekerasan Taruna Senior Terhadap Taruna Junior

Tindak kekerasan terhadap taruna junior yang dilakukan taruna senior lagi-lagi sampai menewaskan korban di STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran), Cilincing, Jakarta Utara. Adapun salah satu korban tewas yaitu Amirulloh Adityas Putra (18), sebagai taruna tingkat 1 STIP sekaligus merupakan salah seorang warga di Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, di Jakarta Utara.

Tewasnya Amirulloh tersebut diduga akibat dianiaya oleh empat orang taruna STIP tingkat 2, diantaranya Akbar Ramadhan (19) salah seorang warga di Kelurahan Rawabadak Utara, Iswanto (21) seorang warga Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, dan Sisko Mataheru (19) seorang warga Matraman di Jakarta Timur.

Ketika dikonfirmasi, Kompol Ali Zusron, Kapolsek Cilincing, turut membenarkan bahwa ada salah seorang taruna dari STIP telah tewas sesudah dianiaya para seniornya.

“Benar ada salah seorang taruna STIP yang meninggal sesudah dianiaya para seniornya yang berada di tingkat dua,” ungkap Ali saat dikonfirmasi di Jakarta, pada hari Rabu (11/1).

Peristiwa penganiayaan yang terjadi pada Amirulloh beserta sesama rekan taruna junior di tingkat satu lainnya dilakukan para pelaku pada hari Selasa (10/1) pada pukul 22.30 WIB tepatnya di Kamar M 205 Gedung Dormitory Ring 4 STIP lantai 2, Jl. Marunda Makmur, Marunda, Kecamatan Cilincing.

Korban telah diketahui meninggal serta diperiksa oleh pihak Dokter STIP, di hari Rabu (11/1) pada pukul 00.15 WIB sampai pukul 01.45 WIB. Kejadian tersebut baru dilaporkan pukul 02.00 WIB dini hari ke pihak Kepolisian.

Polisi melakukan pemeriksaan terhadap 7 taruna STIP tingkat dua yang lainnya untuk dijadikan saksi, diantaranya atas nama Jakario (19), Robert Julenski (21), Leo Markus Nainggolan (20), Andreas Sitinjak (19), Aji Wayu Putra (20) dan Afif Agdhura Ihsan (19).

“Korban telah dibawa menuju RS Polri Kramat Jati, yang nantinya akan di visum. Pihak dari keluarga korban yang meninggal pun telah diberitahu tentang kejadian  yang telah menimpa anaknya,” ungkap Ali.

Bila terbukti telah melakukan penganiayaan terhadap korban sampai meninggal, maka keempat pelaku tersebut terancam dikenakan pasal berlapis, yakni pasal 351 ayat (3) KUHP mengenai penganiayaan hingga menyebabkan kematian yang dikenakan ancaman penjara tujuh tahun maksimal, dan pasal 170 KUHP mengenai tindakan kekerasan hingga menyebabkan maut, mendapatkan ancaman hukuman tindak pidana penjara.