Likeship.me – BPJS Kesehatan tengah meningkatkan kinerjanya di tahun 2017 ini. Menurut komisi IX DPR RI program BPJS Kesehatan harus merata dan menyeluruh untuk seluruh rakyat Indonesia. Saat ini masih banyak rakyat Indonesia yang belum menggunakan BPJS Kesehatan dikarenakan ada yang tidak sanggup membayar iuran perbulannya. BPJS Kesehatan memiliki sistem saling membantu jadi uang iuran untuk yang sakit diambil dari pengumpulan uang iuran yang sakit. Uang tersebut digunakan untuk membayar setiap tagihan yang ada di rumah sakit. Pemerintah juga memberi tambahan biaya sebesar 5 sampai 10 persen dari Anggaran Pembelanjaan Negara atau APBN dan juga Anggaran Pembelanjaan Daerah atau APBD. Bila ada warga yang kurang mampu membayar iuran di suatu daerah maka iuran tersebut harus ditanggung oleh APBD dan bila anggaran dari APBD tidak mencukupi hal itu maka seharusnya APBN yang mengeluarkan dana untuk menutupi iuran warga tidak mampu tersebut.

Selama ini untuk iuran perbulan BPJS Kesehatan dinilai mampu bertindak tegas. Warga harus membayar denda bila tidak membayar iuran dan menggunakan fasilitas tersebut 45 hari setelah membayar iuran. Padahal sistem yang digunakan adalah sistem kerjasama saling membantu. Namun tindakan tegas terhadap peserta ini tidak dibarengi dengan tindakan tegas kepada faskes atau fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik atau rumah sakit yang lalai dalam menjalankan tugas. Masih ada rumah sakit yang mengharuskan pasiennya membayar uang padahal harusnya ditanggung oleh BPJS. Atau masih ada beberapa faskes lainnya yang melayani para pasien tidak sepenuh hati sehingga kadang membuat pasien terlantar.