Ius Pane (Tengah) Saat Ditangkap di Medan
Ius Pane (Tengah) Saat Ditangkap di Medan

Ius Pane atau Ridwan Sitorus, buron kasus pembunuhan dan perampokan di Pulomas, Jakarta Timur telah tertangkap kemarin Minggu (1/12017) di Medan, Provinsi Sumatera Utara. Ius ditangkap oleh polisi seusai dirinya turun di bus ALS, dari Bogor ke Medan.

Marwan Nasution, selaku supir bus ALS berpelat nomor BK 7461 DK dengan no. pintu 333 ini mengatakan bahwa dirinya tak menaruh curiga terhadap Ridwan sedikit pun yang ternyata buron aksi perampokan sadis yang terjadi di Pulomas.

Pria yang sudah berprofesi sopir selama 26 tahunan ini mengatakan bahwa Ius Pane tak pernah menampakkan gerak-gerik mencurigakan seperti halnya buronan polisi. Ridwan bersikap sama saja seperti penumpang yang lainnya.

“Dia biasa saja, aku enggak curiga. Macam enggak kaya DPO dia, dan duduknya di kurni nomor 37, urutan keempat dari belakang. Aku mana curiga, tugasku sebagai sopir yang penting berikan kenyamanan dan keamanan bagi para penumpang agar sampai tujuan,” ujar Marwan.

Akan tetapi, dirinya sempat berkomunikasi dengan Ius Pane alias Ridwan, saat meminta meminta turun di stasiun Amplas. Lalu Marwan pun menyarankan Ridwan agar turun langsung di Pool ALS sebab ALS tak bisa begitu saja menurunkan penumpang dengan sembaranyan.

“Ia bilangnya hendak ke Belawan. Disebabkan kita tak bisa sembarangan untuk menutunkan penumpang, jadi saya bilang saja turun nanti di pool ALS, dari arah depan pool akan ada banyak angkot menuju Belawan. Akhirnya dia pun nurut,” ungkap Marwan.

Saat disinggung tentang penumpang bus ALS lainnya, yang juga sempat diamankan, sopir tersebut mengaku jika penumpang tersebut berbeda arah dan naik dari Singkarak, penumpang tersebut taka da kaitannya dengan Ridwan, kebetulan mereka bersebelahan kursi.

“Beda naiknya, enggak ada hubungannya. Tadi dia juga ditanya sama polisi, saya pun bilangnya gitu, dia naiknya saat ditengah perjalanan. Si ridwan sendiri naiknya dari Stasiun Bogor. Nama di tiketnya Ridwan,” tambah Marwan.

Diketahui sebelumnya, sebanyak 11 orang korban ditemukan telah disekap di sebuah kamar mandi kecil tanpa ada ruang ventilasi hingga 17 jam di kediaman Dodi Triono di  Pulomas, pada hari Selasa (27/12/2016) minggu lalu. Sebanyak 6 orang tewas, beserta 5 korban terluka pada peristiwa perampokan tersebut.

Pada kasus perampokan di Pulomas tersebut, pihak kepolisian sudah menangkap serta menetapkan 3 orang tersangka, diantaranya Erwin Situmorang, Alfins Bernius Sinaga dan Ramlan Butarbutar.

Pihak kepolisian meringkus Alfins di Bekasi Utara, pada hari Rabu petang, setelah menangkap Erwin Situmorang dan Ramlan Butarbutar. Pada peristiwa penangkapan tersebut, pasalnya kedua tersangka dilumpuhkan. Erwin selamat dan Ramlan sendiri tewas di tempat.