Likeship.me – Puluhan PSK Tiongkok terjaring razia di klub malam saat malam menjelang tahun baru 2017. Selain berada di klub malam para PSK tersebut juga bekerja di terapis pijat plus-plus serta sebagai pemandu lagu karaoke. Mereka dipekerjakan dengan tarif kisaran 2 hingga 5 juta rupiah untuk satu kali transaksi.

Yurod Saleh sebagai Direktur Pengawasan dan Penindakkan Imigrasi mengatakan para PSK ini terjaring dalam razia dari pihak imigrasi. Mereka mengamankan barang bukti yang merupakan passport serta uang tunai dan bukti pembayaran. Menurut Yurod, sepertinya para pekerja seks komersial dari Tiongkok ini memanfaatkan visa bebas kunjungan untuk bekerja secara ilegal di Indonesia.
Ditanya lebih lanjut, Yurod Saleh mengatakan nasib para pekerja seksi tersebut tergantung dari keputusan pengadilan. Apakah akan di deportasi atau di denda semuanya tergantung hakim yang menentukan. Yurod mengatakan operasi razia ini dilakukan selama dua kali sebelum malam tahun baru demi menekan angka pekerja ilegal di klub-klub malam.

Masih menurut Yurod, bekerja sebagai PSK merupakan pekerjaan paling mudah dan paling cepat menghasilkan uang untuk mereka para pekerja asing tersebut. Selama visa bebas kunjungan belum berakhir yang masa berakhirnya adalah 30 hari, mereka bisa dengan cepat mendapatkan uang dalam waktu yang sedikit tersebut. Namun pihak imigrasi saat ini sudah mulai memperketat dan jeli melihat kecurigaan akan kedatangan para turis asing ini sehingga bisa merazia puluhan PSK tersebut.