Kapal Terbakar Zahro Express
Kapal Terbakar Zahro Express

Peristiwa kapal terbakar bernama Zahro Express dengan tujuan ke Pulau Tidung, di Kepulauan Seribu, hingga kini tetap dalam pencarian. Pasalnya sebanyak 17 orang korban yang masih belum ditemukan.

Berdasarkan hasil laporan Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta sendiri hingga pukul 14.35 WIB, sudah ditemukan sebanyak 23 korban meninggal.

Edi Rudiyanto, selaku Kasudin (Kepala Suku Dinas) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Pemerintah di Kabupaten Kepulausan Seribu, mengungkapkan bahwa ada beberapa warga yang mendatangi bagian Command Center Muara Angke, demi melaporkan peristiwa kebakaran di Zahro Express yang terjadi pukul 08.46 WIB. Dimana diduga bahwa kapal tersebut mampu menampung kurang lebih 100 orang.

Selain ditemukan korban yang meninggal, ada pula korban yang mengalami luka-luka berjumlah 17 orang, korban hilang sebanyak 17 orang, beserta korban yang selamat berjumlah 194 orang.

“Korban yang mengalami luka-luka berjumlah 17 orang, langsung dibawa menuju Rumah Sakit Atma Jaya,” Ujar seorang petugas Pusdalops lewat pesan WhatsApp, Minggu, (1/1/2017). Sementara itu, posko bencana sendiri terletak di area Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

Diketahui, peristiwa kapal terbakar bernama Zahro Express ini, berlangsung Minggu pagi, kira-kira pukul 08.50 WIB, sesudah berangkat dari Pelabuhan Muara Angke. Namun tiba-tiba di tengah perjalanan, kapal terbakar hingga membuat para penumpang pun panik. Adapun para penumpang tersebut sebagian besar adalah wisatawan.

Salah seorang penumpang, Aldi Munadi mengatakan bahwa para penumpang dalam keadaan panik pada saat itu, mereka masing-masing berusaha menyelamatkan keluarganya.

“Panik, semua orang berusaha menyelamatkan keluarganya. Para penumpak banyak yang teriak loncat!” Ujarnya.

Aldi melanjutkan, bahwa para penumpang akhirnya terjun, namun sebagian ada yang memakai lifejacket dan ada pula yang tak mengenakannya.

Sementara itu menurut Wahyudin, selaku Perwira Piket Penanggulangan Bencana Daerah, kapal tersebut dapat memuat hingga ratusan penumpang. Sampai saat ini, setidaknya ada 17 orang yang dinyatakan hilang. TIM BPBD sendiri memastikan ada puluhan korban jiwa akibat peristiwa kabal terbakar tersebut. Hanya saja pihaknya sampai saat ini masih belum dapat mengidentifikasi identitas dari para korban.