Gempa di Sumba NTT, Ini Penjelasan BMKG
Gempa di Sumba NTT, Ini Penjelasan BMKG

Likeship.me – Mochammad Riyadi selaku Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  menyatakan telah terjadi gempa 6,6 SR yang mengguncang wilayah Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) tetapi tidak sampai berpotensi tsunami. Gempa tersebut berada di laut pada kedalaman 98 km dengan jarak 79 km arah selatan Kota Bima.

Getaran yang terjadi akibat gempa dirasakan cukup kuat di daerah Sumbawa Barat selama sekitar 3 detik. Gempa juga terasa selama sekitar 5 detik Di Kota Mataram. Sedangkan di Kabupaten Dompu, gempapun terasa selama 5 detik. Begitu juga di sebagian besar wilayah Bali, gempa terasa selama sekitar 5 detik. Masyarakat berlarian dari dalam rumah.

“Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap), BMKG memperkirakan gempa ini dapat berdampak kerusakan ringan di daerah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi, seperti Sumba bagian barat dan utara, serta daerah Bima bagian selatan,” ujar Riyadi dalam keterangan tertulis, Jumat 30 Desember 2016.

“Selain itu getaran gempa juga dirasakan meluas di wilayah lain dengan intensitas lebih kecil. Yaitu antara II Skala Intensitas Gempa (SIG) BMKG atau III MMI di Lombok, Sumbawa Barat, Sumba Timur, Ende, dan Maumere.” lanjut Kepala BMKG tersebut.

“Gempa bumi ini merupakan gempa berkedalaman menengah yang terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng. Dalam hal ini Lempeng Indo-Australia menyusup ke bawah Lempeng Eurasia dengan laju 67 mm/tahun, Proses subduksi ini memicu deformasi batuan pada slab lempeng Indo-Australia di Zona Benioff pada kedalaman 98 km di bawah Cekungan Lombok (Lombok Basin) bagian timur laut.” jelas dia.

Berdasarkan hasil pemodelan tsunami dan analisis yang dilakukan oleh BMKG, menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

“Hasil monitoring BMKG selama sejam pasca terjadinya gempa bumi, baru terjadi satu kali gempa susulan dengan kekuatan 4,4 SR. BMKG akan terus melakukan pengawasan perkembangan aktivitas gempa bumi susulan dan hasilnya akan disampaikan kepada masyarakat. Untuk itu kepada masyarakat pesisir di NTB dan NTT dihimbau agar tetap tenang,” ujar Riyadi selaku Kepala Pusat BMKG.

Save