Ramlan Butar Butar: Catatan Kelam Kapten Perampokan Sadis Pulomas
Ramlan Butar Butar: Catatan Kelam Kapten Perampokan Sadis Pulomas

Likeship.me – Salah satu pelaku perampokan sadis yang terjadi di rumah Ir Dodi Triono di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur,bernama Ramlan Butar Butar tewas tertembak oleh polisi karena melakukan perlawanan. Pelaku merupakan narapidana dalam kasus perampokan yang diketahui sadis saat melancarkan aksi-aksinya.

Ramlan juga mempunyai catatan kelam yang tertulis di Polres Depok. tercatat dia pernah ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok karena kasus perampokan yang terjadi di daerah Depok.

“Iya betul, yang bersangkutan tahun 2015 pernah ditangkap Polres Depok karena terlibat pencurian dengan kekerasan,” ujar Kapolresta Depok AKBP Herry Heryawan, Rabu 28 Desember.

AKBP Herry menyatakan, pada bulan Agustus 2015 yang lalu, Ramlan juga pernah melakukan aksi perampokan di rumah seorang warga yang terletak di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos,Kabupaten Depok. “Dia juga pernah merampok di rumah WN Korea di Cibubur,” imbuh Kapolsek depok tersebut.

Sementara itu, AKP Firdaus selaku Kasubag Humas Polresta Depok menyatakan, tanggal 11 Agustus 2015 siang lalu, tersangka perampokan sadis yaitu Ramlan Butar Butar pernah juga ditangkap oleh Polresta Depok karena melancarkan aksi perampokan didaerah Griya Telaga Permai, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kabupaten Depok.

“Tersangka Ramlan ini kaptennya. Dia dulu ditangkap bersama dua kawannya, Jhony Sitorus dan Posman Sihombing,” ujar AKP Firdaus.

Waktu itu, Ramlan dan kawan-kawannya melakukan aksi perampokan di rumah Ny Lili dengan cara menodongkan pistol airsoft gun dan golok kepada pemilik rumah. Korban perampokan dibawa menuju ke kamar, lalu diikat dan dikunci dari luar.

Setelah itu, Ramlan beserta kawan-kawannya mencuri 2 buah cincin emas, seuntai kalung emas putih seberat 6 gram, uang 600 USD, 1 unit iPad, 1 unit handphone, 2 buah jam tangan Rolex, dan 3 buah kartu ATM.

Siang tadi, polisi berhasil menangkap Ramlan yang sedang bersama dengan Erwin Situmorang di tempat persembunyiannya yang terletak di Rawalumbu, Bekasi. mereka berdua ditangkap oleh tim gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin AKBP Hendy F Kurniawan. tim gabungan tersebut terdiri dari Polres Depok yang dipimpin AKBP Herry Heryawan dan Polres Jaktim.

Ramlan dan erwin ditembak oleh polisi karena melakukan perlawanan. Erwin tertembak di bagian kaki, sedangkan Ramlan tertembak di bagian kaki dan tewas karena kehabisan darah. Polisi juga menangkap adiknya Ramlan yaitu R alias Ucok karena ikut menyembunyikan Ramlan.

Save