Hukum Mengucapkan Selamat Natal
Hukum Mengucapkan Selamat Natal

Likeship.me – Hari Raya Natal memang menjadi hari raya umat kristiani. Namun, banyak dari kita yang umat muslim masih ada yang mengucapkan selamat natal kepada umat kristiani. Sejatinya, Sebagian besar dari kita umat muslim tentu tidak tahu pasti apa hukum dari mengucapkan selamat natal. Sebab, sebagian besar dari kita tentu masih ada pertanyaan besar yang belum jelas jawaban pastinya.

Perdebatan dengan topik pembahasan yang berbeda bakal selalu ada di setiap tahun, yakni mengenai ucapan Selamat Hari Natal ini. Setiap ulama mempunyai pendapat yang bervariasi, ada yang mendukung (bisa dikatakan pro) dan ada juga yang menentang (bisa dikatakan kontra).

Meskipun ucapan selamat hari natal satu ini ada yang masuk kedalam aqidah, namun ia punya hukum fiqih yang masih pada sandaran pemahaman yang mendalam, penelaahan yang teramat rinci mengenai beragam nash-nash syar’i.

Dari sekian banyaknya pendapat para ulama, kami menyimpulkan dua pendapat yang berbeda diantaranya :

Menurut Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan Para Pengikutnya

Menurut pendapatnya, Hari Natal ini memiliki hukum haram. Hal ini dikarenakan perayaan ini merupakan bagian dari syiar-syiar agama mereka. Allah sendiri tidak meridhai adanya kekufuran terhadap hamba-Nya. Sesungguhnya didalam pengucapan selamat kepada mereka adalah tasyyabuh (menyerupai dengan mereka).

Bentuk-bentuk tasyyabuh:

» Ikut serta pada hari raya tersebut.
» Men-transfer perayaan mereka ke negeri Islam.

Bahkan, Ibnu Taimiyah pun memiliki pendapat wajib untuk menjauhi berbagai perayan orang-orang kafir, menjauhi sikapnya dan perbuatan-perbuatannya.

Menurut Syeikh Yusuf al Qaradhawi

Berbeda lagi dengan pendapat Syeikh Yusuf al Qaradhawi, beliau memiliki pendapat bahwa perubahan kondisi global lah yang menjadikanku berbeda dengan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah didalam mengharamkan perayaan orang nasrani atau yang lainnya. Beliau memperbolehkan pengucapan tersebut ‘jika’ mereka (kaum nasrani atau non-muslim) adalah orang-orang yang cinta damai terhadap kaum Muslim.

Hal itu masuk kedalam perbuatan kebajikan yang tak dilarang oleh Allah SWT akan tetapi dicintai-Nya sebagaimana Allah SWT mencintai berbuat adil. Firman Allah SWT, artinya:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah: 8).

Sementara itu, Allah juga berfirman perihal jika mereka mengucapkan selamat hari raya kepada kaum Muslim, yang artinya:

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa: 86).

Maka dari itu, Lembaga Riset dan Fatwa eropa menyimpulkan yang berbunyi:

“Tidak dilarang bagi seorang Muslim atau markaz Islam memberikan selamat atas perayaan ini, baik secara lisan maupun via kartu ucapan yang tidak menampilan simbol mereka atau berbagai ungkapan keagamaan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam, seperti salib.”

(Didapat dari beberapa sumber)