Likeship.me – Ucapan selamat hari raya Natal untuk kaum Nasrani mungkin bukan sesuatu yang harus diperdebatkan karena hal itu merupakan cara mereka untuk menunjukkan suka cita terhadap kelahiran Nabi Isa AS. Namun hal ini menjadi berbeda dikalangan umat muslim. Tidak bisa dipungkiri hal ini menjadi sebuah perdebatan mengingat sebagian besar penduduk Indonesia adalah muslim. Indonesia atau negara kita tercinta ini termasuk dalam salah satu negara dengan penduduk bergama Islam terbesar di dunia.

Selain ucapan selamat hari raya Natal beberapa hari lalu MUI juga mengeluarkan fatwa bahwa haram umat Islam menggunakan atau memakai atribut Natal. Seperti yang kita tahu kebanyakan di pusat perbelanjaan mengikuti tren yang ada jadi biasanya mereka memerintahkan para pekerja nya untuk ikut memakai atribut Natal. Hal ini sudah terjadi selama bertahun-tahun hingga akhirnya MUI mengeluarkan fatwa tersebut agar tidak terjadi paksaan kepada umat muslim.
Namun fatwa larangan ucapan selamat hari raya Natal ini belum dikeluarkan oleh MUI karena masih menjadi bahan perdebatan atau dengan kata lain masih ada ulama yang memperbolehkan dan ada juga ulama yang melarang. Semua itu diperkuat dengan dalil-dalil yang mereka ketahui masing-masing.

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siraj.

Ketua PBNU atau Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siraj mengatakan ucapan selamat hari raya Natal sah-sah saja atau diperbolehkan karena hal tersebut hanya berdasarkan sikap toleransi umat beragama. Namun bagi Ustazah Irene Handono yang merupakan mantan biarawati mengatakan ucapan selamat hari raya Natal itu haram hukumnya karena hal tersebut sama saja mengakui bahwa Nabi Isa AS memang dilahirkan tanggal 25 Desember padahal tidak ada dalil yang jelas dari Al-Quran maupun hadist yang menyebutkan tanggal berapa kelahiran Isa Almasih. Dengan mengucapkan selamat hari raya Natal otomatis umat Islam menyetujui hal tersebut itulah kenapa diharamkan.

Ustazah Irene Handono.

Namun semuanya kembali ke keyakinan masing-masing, yang jelas sebagai sesama umat beragama bertoleransi adalah dengan membiarkan umat agama lain dapat beribadah dengan tenang dan aman.