Dwi Estiningsih
Dwi Estiningsih

Dwi Estiningsih menjadi ramai dibicarakan di media sosial, terkait komentarnya di Twitter yang mempersoalkan gambar dari 5 pahlawan nasional, disebutnya sebagai “pahlawan kafir” ada dalam uang baru.

Menurut laporan, pada haru Rabu (21/12/2016), melalui akun Twitternya, yang bernama @estiningsihdwi, melakukan retweet berita yang bertajuk “Tak Ada Pahlawan Bernama Imam Bonjol Lagi di Dompet Kami”. Hal tersebut terkait dengan gambar pahlawan Imam Bonjol pada uang baru Rp.5.000 sudah tidak ada lagi dan digantikan dengan Dr. KH. Idham Chalid, guru besar NU.

Dwi Estiningsih mengomentari pihak Bank Indonesia (BI) beserta pemerintah yang telah menerbitkan dan meresmikan mata uang desain baru untuk rupiah. Dwi mengomentari 12 pahlawan nasional yang terpampang pada gambar mata uang baru tersebut. Ia menilai bahwa komposisi pahlawan pada mata uang baru tersebut dilihat melalui sisi agama tak sesuai, sebab tak mengakomodir agama Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia.

“Begitu luar biasa Negara dengan mayoritas muslim ini. Dari sebanyak ratusan pahlawan yang terpilih 5 diantara 11 pahlawan merupakan pahlawan kafit,” Ucap Dwi lewat cuitannya di Twitter. Sontak tulisan Dwi pun banyak direspon para netizen secara kritis.

Terdapat salah satu komentar dari Netizen mengingatkan Dwi Estiningsih bahwa pahlawan Indonesia yang berjuang demi NKRI tak hanya berasal dari kalangan muslim. Namun Dwi merespons komentar tersebut kembali.

“Iya memang sebagian kecil pahlawan non muslim yang berjuang, tapi mayoritas pengkhianat. Tapi untungnya saya belajar ilmu #sejarah,” komentarnya kembali.

Selain itu, ia juga mengkritik protes mengenai gambar pahlawan nasional wanita Cut Meutia dalam uang baru rupiah untuk pecahan Rp. 1000 yang tak menggunakan jilbab. Ia pun menuliskan,”Cut Meutia, merupakan ahli strategi & ahli agama. Tapi tidak dapat dikatakan ahli agama jika tidak menutup aurat.”

Berbagai tulisan Dwi di Twitter tersebut pun kian ramai dipermasalahkan banyak netizen. Bahkan tak sedikit pula yang telah mengecam dirinya. Pasalnya Forkapri (Forum Komunikasi Anak Pejuang Republik Indonesia) pun sudah melaporkan Dwi Estiningsih ke Polda Metro Jaya terkait cuitannya tersebut.