Om Telolet Om Jadi Viral
Om Telolet Om Jadi VIral

Viralnya video bertajuk om telolet om nyatanya merupakan gambaran tentang dunia anak yang begitu sederhana. Ketika anak-anak tertawa lepas merasa girang dan tanpa beban sedikit pun tampak di awajah mereka saat membunyikan suara klakson pada sebuah bus yang dibunyikan sang sopir.

Ratih Zulhaqqi, pakar psikolog anak mengomentari bahwa ketika stimulasi berhasil untuk merangsang sensori pada anak, maka sudah pasti hal tersebut membuat anak-anak tertarik. Seperti misalnya, bentuk dari sebuah nada, suara tinggi, gambar yang menarik hingga gambar yang berwarna cerah.

“Ketika hal tersebut merangsang sensori anak yang terstimulasi, maka hal tersebut akan menyenangkan bagi mereka, hal itu juga tersirat dalam fenomena viral “Om Telolet Om,” Ucap Ratih.

Ratih pun menambahkan, jika itu hanya suara, lalu kemudian membentuk sebuah lagu yang populer atau familiar menurut anak-anak. Hingga akhirnya membuat mereka pun seakan-akan selalu menunggu sang supir bus memainkan lagu familiar tersebut.

Berdasarkan penuturan Ratih, hal yang baik yang bisa dilihat melalui video bertajuk “Om Telolet Om” tersebut yaitu anak kecil lebih mudah merasakan kebahagiaan dibandingkan orang dewasa. Hal itu dikarenakan, aktivitas tersebut dapat merangsang sensori anak-anak.

Ia pun menambahkan jika sensori manusia sebenarnya memiliki 7 macam. Adapun 2 diantaranya yaitu auditori dan visual. Sementara dalam fenomena om telolet om tersebut merangsang bagian auditori pada anak, sebab pada dasarnya mereka lebih mudah mempelajari sesuatu melalui musik.

Adapun teriakan dari om telolet om oleh anak-anak yang ada di kawasa Jepara tersebut pada tiap bus yang tengah melintas, saat ini telah mendunia bahkan fenomena tersebut sudah menjadi sebuah tranding topic di media sosial Twitter. Tak hanya itu saja, sejumlah artis yang ada di dunia pun didera fenomena tersebut. Dimana kebanyakan isi dari kicauan mereka bertanya mengenai ungkapan percakapan tersebut.

Pada dasarnya, fenomena om telolet om itu bukanlah hal yang baru. Selain berteriak, ada pula anak-anak yang menuliskan kata tersebut dalam secarik kertas lalu ditunjukkan ke sopir bus supaya membunyikan klaksonnya.