Hatta Taliwang
Hatta Taliwang

Pihak Polda Metro Jaya akhirnya menangkap Hatta Taliwang terkait kasus UU ITE, Kamis (8/12) kemarin, tepatnya pada pukul 01.30 WIB dini hari di Rusun Bendungan Hilir II, Tanah Abang.

Menurut penuturan Karman selaku Ketua RT.01/RW.08 Rusun Benhil II, penangkapan Hatta sendiri berlangsung santai bahkan tak ada perlawanan sedikitpun.

Karman menceritakan peristiwa penangkapan HattaTaliwang, berdasarkan penuturannya Aparat polisi sebanyak 4 orang telah mendatangi unitnya pada pukul 01.15 WIB dini hari, pada Kamis kemarin.

Menurut Raden Prabowo Argo Yuwono selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes, menyatakan bahwa penangkapan Hatta dikarenakan unggahannya di jejaring sosial, dan bukan terkait dugaan makar. “Yang bersangkutan menjadi tersangka atas UU no. 11 Th. 2008 Pasal 28 ayat 2 No. 45 mengenai ITE”, ujar Argo ketika dijumpai di Mapolda Metro Jaya pada hari Kamis (8/12) kemarin.

Argo menambahkan, Hatta telah menggugah sebuah konten melalui akun Facebooknya yang dianggap bisa menyebabkan kebencian dan permusuhan yang berbau SARA. “Hatta menambahkan bahwa keturunan China gemar beternak penguasa, dan itu ada dalam tulisannya. Makanya kami tangkap”, sambungnya.

Menurut keterangan Argo, tidak ada perlawanan ketika Hatta ditangkap. Hatta ditagkap dengan beberapa barang bukti yang terkait dugaan UU ITE tersebut. Argo berkata, “Kami menemukan barang bukti berupa buku tulisan, HP yang bersangkutan serta ada buku  catatan yang sedang dipelajari oleh tim penyidik.”

Meskipun demikian, pihak polisi masih tetap mendalami adanya kemungkinan keterlibatan dari Hatta Taliwang pada kasus dugaan makar. Apalagi polisi pun dikatakan sudah menerima berbagai informasi bahwa Hatta telah terlibat pertemuan bersama beberapa tersangka lainnya yang sudah ditangkap terlebih dulu pada hari Jumat (2/12) terkait dugaan makar. Namun untuk sementara ini penangkapan Hatta Taliwang masih terkait pelanggaran UU ITE.

Siapa sebenarnya sosok Hatta Taliwang? Hatta lahir di Sumbawa Barat tanggal 17 Februari 1954, dirinya merupakan anak angkat dari Abdul Haris Nasution, Jenderal Besar (TNI). Hatta sendiri sudah menjadi aktivis semenjak dirinya masih mahasiswa. Perjalanannya menjadi aktivis semakin menemukan puncaknya ketika ia menjadi salah satu dari sebanyak 50 tokoh yang ikut menandatangani notaris berdirinya PAN (Partai Amanat Nasional). Ia pun telah menjadi anggota DPR fraksi PAN untuk periode tahun 1999 hingga 2004.