Power media sosial kembali terjadi. Kali ini, kisah seorang bocah berusia 7 tahun asal Blitar, Jawa Timur sukses membuat geger netizens. Tak hanya mengundang haru dengan kondisinya yang memilukan, namun berkat peranan para penggiat media sosial ini, bocah tersebut sudah mendapat perawatan yang intensif. Bahkan kisah bocah tersebut pun sudah mengundah uluran tangan dari para donatur dan pemerintah.

Shinwan Bintang, bocah 7 tahun pengidap tumor gusi
Shinwan Bintang, bocah 7 tahun pengidap kanker gusi

Shinwan Bintang, selama 4,5 tahun terakhir terpaksa harus menerima keadaan yang memilukan pada dirinya. Divonis mengidap penyakit kanker gusi, Bintang kecil tak bisa berbuat banyak selain pasrah menerima keadaan. Terlebih kala itu, tim dokter yang pertama menangani Bintang hanya menjelaskan bahwa penyakitnya akan sembuh sendiri ketika usia bertambah. Yang rupanya menjadi sebuah prediksi keliru, mengingat hingga saat ini, ketika usia Bintang sudah bertambah, keadaannya malah menjadi jauh lebih mengenaskan.

Bocah 7 tahun yang tinggal di RT 02/ RW 12 Dusun Tulungrejo, Desa Gedok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, ini menarik perhatian netizens setelah foto terakhir keadaan dirinya menjadi viral. Pada foto tersebut, menunjukan Bintang mengalami pembengkakan gusi yang parah. Mulut dan rongga mulut Bintang pun nampak begitu membesar karena terdorong oleh tumor gusi tersebut. Foto tersebut langsung saja mengundang rasa iba dari banyak pengguna media sosial dan menjadikan keadaan Bintang mendapat banyak perhatian.

Ditemui baru-baru ini di rumahnya, Shinwan Bintang nampak bermain dengan ceria bersama teman-teman lain seusianya. Tak nampak raut wajah kesakitan dari bocah cerdas berusia 7 tahun ini. Dan memang, dari pengakuan sang kedua orang tua, Bintang tetap bisa menjalankan aktivitas seperti biasa. Meskipun tentu ada masalah ketika berbicara atau untuk makan. Joko, ayah Bintang pun mengungkap anaknya masih bisa sekolah seperti biasa. Walau keadaan Bintang cukup stabil, kedua orang tua Bintang terus berusaha mengupayakan kesembuhan untuk sang anak. Mulai dari cara penyembuhan medis, hingga cara penyembuah tradisional pun pernah di coba oleh Bintang dan kedua orang tuanya.

Sayang, tak satupun usaha penyembuhan tersebut berhasil. Beberapa kali pemeriksaan di berbagai rumah sakit, mulai dari di Jawa Timur hingga di Jawa Tengah. Salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah di Surabaya.

“Saat mereka bilang rahang Bintang bisa dioperasi rasanya seperti benar-benar melihat bintang di langit, tapi begitu mereka bilang harus menyiapkan dana yang sangat besar, saya putuskan pulang dulu ke Blitar karena saya sudah ndak punya apa-apa,” Joko pun kembali menitikkan air mata.

“Saya berharap Bintang mendapatkan pengobatan yang tepat walaupun kami tidak tahu kapan waktu itu datang, yang jelas kami tidak diam apalagi Bintang selaku gembira dengan kondisinya sekarang. Itu yang memacu kami tetap bersemangat mencari jalan pengobatan baginya,” ungkap Joko dengan optimis.