Likeship.meDubes Inggris Tak Bisa Komentari Isu Irlandia Utara dan Skotlandia Pisah dari Inggris. Dari Hasil referendum Brexit menyatakan mayoritas pemilih menginginkan Inggris keluar dari Uni Eropa. Tetapi beda halnya dengan Irlandia Utara dan Skotlandia yang masih ingin bergabung dengan Uni Eropa.

Irlandia Utara dan Skotlandia Serukan Pisah dari UK, Ini Kata Dubes Inggris

Irlandia Utara dan Skotlandia Serukan Pisah dari UK, Ini Kata Dubes Inggris

“Ini sesuatu yang tidak bisa saya komentari hari ini,” kata Malik dalam konferensi pers di kantornya Jl Patra Kuningan Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (25/6/2016).

“Ini akan menjadi materi yang diperdebatkan dan didiskusikan dunia politik Inggris beberapa minggu dan bulan ke depan,” kata Malik.

“Saya tidak bisa berkomentar lebih jauh hari ini,” lanjutnya.

“Skotlandia menunjukkan suara yang tegas dan kuat untuk tetap tinggal di Uni Eropa, dan saya menyambut baik dukungan untuk status Eropa kami,” ucap Menteri Pertama Skotlandia, Nicola Sturgeon, seperti dilansir Reuters, Jumat (24/6).

Skotlandia, mayoritas warganya memilih untuk tetap bergabung Uni Eropa. Isu keluarnya kedua negara tersebut dari Inggris, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengaku belum dapat berkomentar lebih jauh mengenai hal tersebut.

Fakta dari Negara Irlandia Utara

Ketika Irlandia (Selatan) memerdekakan diri dari Britania Raya pada tahun 1920, penduduk Irlandia Utara yang sebagian besar beragama Protestan dan masih setia terhadap Kerajaan Britania Raya memilih tetap menjadi bagian negara kesatuan Britania Raya. Mereka disebut kaum Unionis sedangkan orang dari Irlandia Selatan disebut kaum Nasionalis.  .

Skotlandia di Britania Raya

Sepanjang sejarahnya, kebijakan devolusi telah dianjurkan oleh tiga partai utama di Britania dengan berbagai antusiasme. Pemimpin Partai Buruh terakhir, John Smith, berpendapat bahwa pembentukan Parlemen Skotlandia adalah “kehendak rakyat Skotlandia”. Status konstitusional Skotlandia terus menjadi sumber perdebatan selama bertahun-tahun.