Hasil Penelitian 5 Pecandu Paling Berbahaya di Dunia

Likeship.me – Beberapa orang telah mengalami kecanduan terhadap sesuatu itu seperti Rokok atau bahkan Alkohol. Alhasil para peneliti sudah membuktikan bahwa hal tersebut berbahaya bagi tubuh kita namun juga orang lain, masih ada banyak pihak yang tak menghiraukan ancaman itu.

Dalam sebuah studi, para peneliti sudah membahas dan mengurutkan zat-zat yang paling berbahaya menyebabkan ketagihan di dunia. Daftar tersebut diurutkan dari faktor yaitu dari seberapa bahaya, nilai zat di pasaran, dan sejauh mana bahan tersebut dapat mengaktifkan sistem dopamin – penghantar sinyal di otak yang salah satu fungsinya untuk mengatur rasa senang.

Selain itu juga dapat dinilai sebagai mana seseorang mengonsumsi zat tersebut untuk memperoleh kesenangan, kecenderungan untuk memakai lagi dan seberapa mudah seseorang itu menjadi ketagihan.

Mengingat beragamnya pandangan para peneliti dalam mengurutkan zat yang paling adiktif, maka sekelompok ahli dilibatkan untuk mengkaji hal itu. Pada 2007 para peneliti tersebut David Nutt dan rekan-rekannya, menemukan beberapa temuan menarik. Hal tersebut dilansir oleh Daily Mail pada Kamis (3/3/2016).

  1. Nikotin

Nikotin adalah bahan utama penyebabb ketagihan Rokok. Ketika seseorang merokok bahan itu secara cepat diserap oleh Paru-paru dan di sampaikan ke Otak. Maka Nutt dan para ahli lainnya menempatkan Nikotin (Rokok) di urutan 12 dalam daftar zat-zat penyebab ketagihan. Ada beberapa alasan yang membuat mereka yakin bahwa Nikotin adalah bahan yang mempunyai kekuatan besar.

Hasil Penelitian 5 Pecandu Paling Berbahaya di Dunia

Lebih dari dua pertiga orang Amerika Serikat yang pada awalnya mencoba, dan dilaporkan menjadi ketergantungan selama hidup mereka. Pada tahun 2002, WHO memperkirakan ada lebih dari 1 miliar pengguna Rokok. Bahkan sudah diperkirakan bahwa lintingan tembakau akan membunuh lebih dari 8 juta orang di tahun 2030.

Dalam penelitian yang dilakukan pada hewan Tikus untuk dimasuki Nikotin ke dalam aliran darah mereka, menyebabkan kadar dopamin di otaknya meningkat sekitar 25 sampai 40 persen.

2. Kokain

Kokain secara langsung berhubungan dengan dopamin otak dan dapat mengubah pesan dari satu saraf ke yang lain. Secara singkat, kokain menghalangi neuron dalam mematikan sinyal dopamin dan menyebabkan aktivitas otak menjadi abnormal.

Dalam penelitian yang dilakukan pada hewan, kokain menyebabkan level dopamin meningkat tiga kali lebih tinggi dari kondisi normal. Diperkirakan 14 hingga 20 juta orang menggunakan kokain dan di tahun 2009. Perdagangan zat adiktif tersebut mencapai angka Rp 984 miliar.

Crack Kokain –penggunaannya dengan cara dihisap–, menempati urutan ke tiga dalam daftar zat adiktif paling berbahaya. Sedangkan, kokain bubuk menempati posisi ke lima.

3. Alkohol

Alkohol adalah minuman yang memabukkan dan menghilangkan kesadaran bagi yang mengonsumsi. Walaupun itu legal di beberapa negara, alkohol bahkan menjadi penyebab ketagihan kedua menurut Nutt dan para ahli lainnya.

Hasil Penelitian 5 Pecandu Paling Berbahaya di Dunia

Sebanyak 22 persen dari orang yang pernah mengonsumsi alkohol akan mengalami ketergantungan pada saat-saat tertentu di hidupnya. WHO memperkirakan bahwa 2 miliar orang yang mengonsumsi alkohol di tahun 2002 dan 3 juta orang meninggal karena kerusakan tubuh yang diakibatkan karena mengonsumsi minuman memabukkan itu.

Berdasarkan para ahli, alkohol juga masuk ke dalam daftar zat adiktif paling merusak dan berbahaya bagi tubuh kita.

4. Heroin

Nutt dan para ahli, mengungkapkan bahwa Heroin menjadi zat yang paling menyebabkan ketagihan. Dalam satu percobaan yang menggunakan hewan, heroin adalah zat yang dapat menyebabkan level dopamin meningkat hingga 200 persen.

Hasil Penelitian 5 Pecandu Paling Berbahaya di Dunia

Heroin juga dikenal berbahaya. Hal itu disebabkan dosis yang dapat menyebabkan kematian hanya lima kali lebih besar dari kadar yang diperlukan seseorang untuk sampai pada titik ‘tertinggi’.

Zat itu berada di ururtan kedua dari daftar zat paling menyebabkan ketagihan. Heroin menjadi bahan berbahaya dan dapat merusak penggunaannya maupun masyarakat. Di tahun 2009, pasar candu ilegal, termasuk heroin, diperkirakan memperoleh keuntungan Rp 892,5 miliar di seluruh dunia.

5. Barbiturat (Obat penenang)

Barbiturat adalah obat yang pada awalnya digunakan untuk meredakan kecemasan atau gangguan tidur. Obat ini mengganggu sinyal kimia di otak dan menyebabkan beberapa wilayahnya menjadi non-aktif.

Dalam dosis rendah, barbiturat menyebabkan euforia –perasaan nyaman atau gembira berlebihan. Namun, dalam dosis lebih tinggi obat tersebut dapat menyebabkan penggunanya meninggal karena zat yang dikandungnya dapat menekan pernapasan.

Ketergantungan barbiturat menjadi hal yang umum karena obat tersebut ini mudah didapatkan. Namun penggunaan barbiturat telah menurun secara dramatis karena telah terdapat obat lain yang menggantikan.

Kelompok ahli menilai barbiturat sebagai zat paling adiktif ke empat.