Likeship.me – Beredar tulisan surat terbuka yang mengatasnamakan ketiga anak ongen atau Yulianus Paonganan alias Ongen ditujukan untuk Presiden Joko Widodo, Selasa, 22 Desember 2015.

Tulisan Surat terbuka yang mengatasnamakan 3 Anak Ongen Untuk Jokowi

Diketahui bahwa surat terbuka itu diunggah oleh akun @nonarray dengan tagar #SaveOngen. Dalam surat terbuka tersebut mengatasnamakan Wino, Thya, dan Chika, menilai tindakan pemerintah dengan menahan ayah mereka berlebihan dan tidak adil.Ketiganya tersebut merupakan anak-anak dari Ongen.

Ongen ditangkap karena diduga telah menyebarkan konten pornografi dalam tulisan keterangan foto Presiden Joko Widodo bersama artis Nikita Mirzani. Ongen terkena pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.Ia diancam hukuman maksimal 6 tahun kurungan penjara.Dan juga melanggar Pasal 4 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi.

Ongen merupakan Pemimpin redaksi sebuah tabloid dan dosen, Dia ditangkap polisi pada Kamis, 17 Desember 2015 pukul 06.00 WIB di rumahnya Pejaten, Jakarta Selatan.

Ongen mengunggah foto presiden jokowi dan Nikita mirzani dengan pose duduk bersebelahan, dengan tagar #PapaDoyanLo***. Foto tersebut merupakan foto yang telah diambil pada 2012 saat Presiden Jokowi mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Berikut merupakan isi surat terbuka anak Ongen:

Yth, Presiden Republik Indonesia & Kapolri

Bersama ini kami bertiga anak-anak dari Dr. Yulianus Paonganan, S.Si,M.Si menyampaikan beberapa hal yaitu terkait dengan penangkapan bapak kami dengan tuduhan:

1. Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

2. Undang-Undang Pornografi

Ternyata bapak kami dikenakan tuduhan tersebut karena melalui akun twitternya @ypaonganan, dia telah memposting gambar yang sebelumnya telah di-upload oleh akun twitter lain.

Dalam postingan foto tersebut bapak kami juga menuliskan #PapaDoyanLo***. Setelah bapak kami diperiksa, polisi menganggap bahwa kata lo*** dalam tagar tersebut termasuk dalam pelanggaran pornografi.

Menurut kami hal ini terlalu berlebihan dan tidak adil. Masih banyak kata-kata yang lebih kasar, bahkan sampai memposting foto yang tidak pantas di media sosial namun tidak ditindaklanjuti.

Bapak kami bukanlah penjahat seperti para koruptor, teroris, bahkan pencuri sekalipun. Kami bangga menjadi anak-anak beliau.

Tertanda, Wino, Thya, Chika