Pendidikan yang baik bagi warganya, menjadi perhatian utama seorang Bupati Kudus H Musthofa. Jika program Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun sudah berjalan dengan baik selama ini, Bupati Musthofa menambahnya dengan pelayanan maksimal di bidang pendidikan.

 

Bupati Musthofa memberikan kesempatan bagi untuk bisa kuliah secara gratis. Program ini sudah dijalankan tahun ini, dan setiap warga yang ingin kuliah, dipersilakan untuk mendaftar.

Bupati Musthofa memberikan kesempatan satu orang warga di satu kecamatan yang ada di Kudus, untuk mengikuti kuliah gratis ini. Sehingga ada sembilan orang yang berhak mengikuti program ini, karena di Kudus ada sembilan kecamatan.

Bupati Kudus Musthofa Berikan Kesempatan Kuliah Gratis Bagi Warganya

”Saya canangkan program ini, karena saya yakin banyak warga Kudus yang ingin kuliah, namun terbentur biaya. Sehingga ini adalah salah satu kesempatan yang bisa diambil, dengan mengikuti beasiswa ini,” terangnya.

Dikatakan Bupati Musthofa, masyarakat yang ingin mengikuti program beasiswa gratis tersebut, harus memiliki sejumlah kriteria. Misalnya saja memiliki prestasi akademis yang bagus, serta berperilaku yang baik.

Bukan saja biaya kuliah yang kemudian ditanggung secara gratis melalui beasiswa. Bupati Musthofa menegaskan bahwa biaya program itu juga termasuk biaya kos bagi mereka yang terpilih dalam program ini.

”Kita memang tidak tanggung-tanggung dalam memberikan beasiswa. Bukan hanya masalah biaya kuliahnya saja yang kita tanggung, tapi biaya kos mereka juga kita tanggung,” tegasnya.

Komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan warga Kudus, memang menjadi prioritas bagi Bupati Musthofa. Karena pendidikan adalah jalan untuk menciptakan generasi yang berkualitas di masa depan. ”Sehingga nantinya mereka akan menjadi generasi yang bisa membangun Kudus dengan baik ke depannya. Sehingga Kudus akan semakin sejahtera,” tuturnya.

Program Wajar 12 Tahun sendiri memang sudah berjalan dengan baik selama ini. Anak-anak di Kudus sudah mengenyam pendidikan yang baik sampai jenjang SMA atau sederajat.

”Sehingga tidak ada alasan lagi bagi anak-anak di Kudus untuk tidak sekolah. Semua harus sekolah. Kita yang tanggung dari sekolah dasar sampai tingkatan atas. Jangan sampai ada anak-anak di Kudus yang tidak bisa sekolah karena biaya. Semua bisa sekolah sekarang,” tandasnya.

Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Kudus sendiri memang memberikan porsi anggaran yang sangat besar untuk menunjang program pendidikan bagi warganya.

Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kudus, pemkab memberikan beasiswa dengan nilai Rp 30 miliar. Belum lagi tambahan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang nilainya mencapai Rp 20 miliar.

Bukan hanya sekolah negeri saja yang kemudian mendapatkan bantuan. Sekolah swasta juga tetap mendapatkan perhatian. Buktinya, sekolah swasta mendapatkan subsidi pendidikan sebesar 20%.

Hal ini sekaligus untuk membuktikan komitmen Pemkab Kudus dalam menunjang pendidikan warganya. Sehingga semua warga bisa bersekolah dengan baik di Kudus ini.

”Saya harap semua pihak bisa mendukung program ini. Termasuk perangkat desa, supaya benar-benar memperhatikan sampai tingkat bawah. Jangan sampai ada warganya yang tidak sekolah. Kalau ada, lapor saja ke Dinas Pendidikan,” tegasnya.